Artikel

5 Ide Permainan Edukatif untuk Anak Usia 1-2 Tahun, Pasti Seru

Bagikan Ke :

Yayasan Al Ummah – Sering dengan usianya yang bertambah besar, si Kecil juga akan semakin aktif. Terlebih antara usia 12 bulan dan 2 tahun, anak-anak mulai mengembangkan kemandirian mereka sendiri. Mereka mulai menyadari sebab dan akibat dari tindakan yang dilakukan, dan secara aktif terlibat dengan orang-orang di sekitar mereka. Di masa ini, anak-anak mulai menjelajahi dunia mereka dengan lebih banyak keingintahuan dan eksplorasi. 

Anak usia 1-2 tahun adalah periode yang penting dalam perkembangan mereka. Bermain adalah cara utama di mana mereka belajar tentang dunia di sekitar mereka. Dengan memadukan keseruan dengan pendekatan edukatif, orangtua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan sosial mereka.

Maka selama tahap pertumbuhan ini, Bunda wajib mengarahkan lonjakan energi si Kecil kepada aktivitas atau kegiatan positif yang sesuai dengan usianya. Apa saja, ya, kira-kira rekomendasi kegiatan yang bagus untuk anak usia 1-2 tahun? Untuk mengetahui berbagai rekomendasinya, simak penjelasan selengkapnya, ya!

Kegiatan untuk Dukung Perkembangan Anak 1-2 Tahun

Saat anak semakin aktif menjelajahi dunia mereka sendiri, keterlibatan Bunda sangat penting dalam perkembangan anak di masa golden age ini. Orang tua berperan sebagai dorongan bagi si Kecil untuk mencapai kemampuan yang optimal.

Mulai dari berinteraksi secara aktif, mengajarkan berbagai hal, serta memberikan tantangan dan pengalaman yang sesuai dengan usia anak. Melalui interaksi dan terlibat dengan orang tua, anak-anak pada usia ini belajar banyak keterampilan baru, mulai dari bahasa, sosialisasi, ketamprilan motoric. Ada banyak sekali kegiatan seru yang dapat mendorong tumbuh kembang anak usia 1-2 tahun. Berikut daftarnya:

  1. Gymnastic

Kegiatan untuk anak 1-2 tahun yang bisa dilakukan adalah gymnastic. Latihan gymnastic untuk anak-anak mencakup semua aspek yang menggabungkan kekuatan, kecepatan, daya tahan, koordinasi, fleksibilitas, dan keseimbangan. 

Ini adalah olahraga yang menuntut ketekunan dan keterampilan dari para anak. Saat melakukan gymnastic, anak-anak akan belajar dan mengembangkan kekuatan fisik mereka melalui berbagai gerakan, seperti melompat, berputar, dan berpegangan.

Umumnya, semua anak menyukai aktivitas yang melibatkan ayunan, jatuh, hingga melompat. Aktivitas-aktivitas ini memberikan sensasi yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak-anak, dan mereka cenderung tertarik untuk melakukannya.

Selain menyenangkan, anak yang latihan gymnastic secara teratur juga dapat mengembangkan koordinasi fisik sangat baik dan menjaga kesehatan dengan optimal. Latihan teratur juga dapat membantu memperkuat sistem jantung pada anak dan merangsang pertumbuhan tulang.

  1. Mengunjungi Wisata Edukasi dan Sains

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitar mereka. Nah menyalurkan rasa ingin tahu yang tinggi ini bisa melalui kegiatan belajar yang menyenangkan. Misalnya, Bunda bisa mengajak si Kecil mengunjungi wisata edukasi dan sains, seperti Planetarium, Taman Pintar Yogyakarta, atau Pusat Peragaan IPTEK di TMII. 

Lewat kegiatan ini, anak-anak dapat belajar mengamati, menyelidiki, mengajukan pertanyaan, dan mencari jawaban. Hal ini membangun pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip ilmiah, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memperluas kosakata si Kecil. 

Selain itu, dengan memanfaatkan prinsip-prinsip sains, anak-anak dapat belajar menggunakan alat sederhana dan melibatkan konsep dasar untuk mencari solusi atas masalah sehari-hari.

  1. Pergi ke Museum

Bunda juga dapat mengajak si Kecil untuk mengunjungi museum guna memperluas wawasannya dan mengeksplorasi hal baru. Di museum, si Kecil dapat belajar mengenai sejarah, seni, dan budaya. Melalui kunjungan ini, anak-anak dapat mengembangkan rasa ingin tahu mereka saat mereka melihat hal-hal baru dan menarik di dalam museum.

Saat berada di museum, si Kecil diberi kesempatan untuk bertanya dan berinteraksi sehingga mampu memuaskan rasa ingin tahunya. Museum juga dapat menjadi sumber informasi baru bagi si Kecil. 

Banyak museum menawarkan kegiatan yang menarik bagi anak-anak, sehingga dapat memengaruhi anak untuk lebih kreatif dan meningkatkan kemampuam pemecahan masalah.

Kunjungan ke museum juga memberikan pengalaman langsung yang memberi kesempatan untuk si Kecil melihat benda-benda nyata, artefak, atau karya seni yang mereka pelajari melalui buku. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep yang dipelajari dan menambah pengalaman belajar mereka.

  1. Melakukan Eksperimen Sains

Selain mengajak anak mengunjungi wisata edukasi dan sains, Bunda juga bisa melakukan eksperimen sains sederhana bersama si Kecil di rumah. Bermain sains pada anak usia dini merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu mengembangkan berbagai aspek dan potensi yang dimiliki oleh anak.

Melalui pembelajaran sains, anak dilatih untuk mengenal berbagai peristiwa di sekitar mereka. Anak juga diajarkan untuk menggunakan indra-indra mereka, seperti melihat, meraba, merasakan, mendengar, dan mengecap, sebagai alat untuk memahami dunia di sekitar mereka. 

Tak hanya itu, keterlibatan indra anak pun sangat penting. Semakin banyak indera yang terlibat dalam proses belajar, semakin baik pemahaman anak terhadap apa yang mereka pelajari.

Sebagai contoh, Bunda bisa melakukan eksperimen sederhana mengocok telur. Saat anak mengocok telur, akan terjadi perubahan yaitu adanya busa. Perubahan ini disebabkan oleh kandungan senyawa albumin dalam putih telur. Albumin adalah protein yang memiliki sifat mampu membentuk busa. 

Mengocok telur dapat menyebabkan udara atau gas terperangkap di dalam putih telur. Senyawa albumin dalam putih telur tersebut memiliki kemampuan untuk memerangkap udara tersebut, sehingga membentuk gelembung-gelembung kecil yang disebut busa. 

  1. Pergi ke Perpustakaan

Mengajak si Kecil ke perpustakaan merupakan kegiatan yang bagus untuk anak usia 1-2 tahun. Perpustakaan adalah tempat yang penuh dengan buku sehingga dapat merangsang minat baca dan perkembangan bahasa pada si Kecil.

Di perpustakaan, si Kecil akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai jenis buku, termasuk buku cerita, buku gambar, dan buku interaktif. Anak dapat melihat gambar-gambar yang menarik, mendengarkan cerita yang dibacakan, dan mengenal kata-kata baru.

Selain itu, ketika anak-anak mendengar cerita, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkonsentrasi. 

Melalui proses ini, anak-anak secara bertahap meningkatkan rentang perhatian mereka. Awalnya, mereka mungkin hanya mampu konsentrasi dalam waktu yang singkat, tetapi seiring berjalannya waktu, anak dapat meningkatkan kemampuannya untuk mempertahankan fokusnya lebih lama.

Nah, itulah berbagai rekomendasi kegiatan yang bagus untuk anak 1-2 tahun. Selain memberikan kesempatan untuk bermain dan bersenang-senang, kegiatan tersebut juga mampu memperkaya pengetahuan dan keterampilan si Kecil. Nah, dari rekomendasi di atas, kegiatan mana yang mau Bunda lakukan bersama si Kecil?***

Yuk, dukung perkembangan anak usia dini dengan cara mendukung pertumbuhan mereka dengan memberikan pendidikan yang berkualitas KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *