Pekalongan — Kelulusan bagi sebagian siswa identik dengan perayaan, pesta, atau kegiatan seremonial semata. Namun berbeda dengan siswa kelas XII SMAIT Assalaam Pekalongan yang memilih merayakan momen akhir masa sekolah mereka dengan kegiatan yang lebih bermakna melalui Program Pengabdian Masyarakat (PPM). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di lingkungan sekolah.
Program Pengabdian Masyarakat (PPM) merupakan salah satu agenda pembinaan siswa yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam hidup bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk belajar berinteraksi, bekerja sama, serta berkontribusi nyata di tengah lingkungan masyarakat. Tidak hanya sebagai bentuk pengabdian, program ini juga menjadi simbol rasa syukur atas kelulusan yang diraih para siswa kelas akhir.
Kegiatan PPM SMAIT Assalaam Pekalongan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat serta berbagai unsur sekolah. Dalam pembukaan kegiatan, para siswa mendapatkan arahan dan motivasi agar menjadikan pengabdian ini sebagai sarana belajar kehidupan yang sesungguhnya. Dengan mengenakan seragam almamater, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Sebagai generasi muda yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, siswa kelas XII memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini hadir sebagai wadah pembentukan karakter siswa agar memiliki jiwa gotong royong, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai keagamaan.
Beragam kegiatan sosial dan edukatif dilaksanakan dalam program tersebut. Para siswa terlibat dalam edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat, kegiatan belajar bersama anak-anak, mengaji dan pembinaan keagamaan, kerja bakti membersihkan masjid, hingga ronda malam bersama warga setempat. Melalui aktivitas tersebut, siswa tidak hanya belajar mengabdi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Kegiatan edukasi pengelolaan sampah menjadi salah satu program yang mendapat perhatian khusus. Para siswa mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, kegiatan belajar bersama anak-anak juga menjadi momen yang penuh kehangatan karena siswa dapat berbagi ilmu sekaligus memberikan motivasi kepada generasi yang lebih muda.
Tidak hanya fokus pada aspek sosial dan lingkungan, kegiatan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam PPM ini. Para siswa bersama warga melaksanakan kegiatan mengaji, membersihkan area masjid, serta mempererat ukhuwah Islamiyah melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Bahkan pada malam hari, siswa turut mengikuti ronda malam bersama warga sebagai bentuk pembelajaran tentang keamanan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Salah satu peserta PPM mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena seluruh proses dilakukan secara bersama-sama mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Kami benar-benar sangat antusias dalam program ini, mulai dari menyusun program, mengurus perizinan, koordinasi dengan warga, sampai pelaksanaan kegiatan. Rasanya sangat berkesan karena kami bisa merayakan kelulusan dengan cara yang lebih bermanfaat dan dekat dengan masyarakat,” ungkap salah satu siswa peserta PPM bernama Hafidz.
Program ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dengan masyarakat. Kehadiran siswa di tengah warga diharapkan mampu memberikan energi positif sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan lingkungan sosial. Dengan terjun langsung ke masyarakat, siswa belajar bahwa ilmu yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi orang lain.
Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran kontekstual yang tidak bisa diperoleh di dalam ruang kelas. Para siswa belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, hingga cara menyelesaikan persoalan di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun terjun ke kehidupan bermasyarakat.
Program Pengabdian Masyarakat ini juga sejalan dengan visi SMAIT Assalaam Pekalongan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang tinggi. Pendidikan karakter menjadi fondasi utama agar siswa mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Dengan adanya kegiatan ini, SMAIT Assalaam Pekalongan berharap para lulusan tidak hanya dikenang sebagai siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga sebagai generasi muda yang memiliki semangat pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Momentum kelulusan pun menjadi lebih bermakna karena diisi dengan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi banyak pihak.
Melalui Program Pengabdian Masyarakat, SMAIT Assalaam Pekalongan ingin menanamkan pesan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam diri para siswa sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan.
