Artikel

Apakah Anak yang Aktif Cenderung Pintar? Simak Penjelasannya

Bagikan Ke :

Yayasan Al UmmahAyah Bunda, pernah dengar ungkapan tentang “anak yang aktif itu cenderung pintar”? Untuk menggali lebih dalam mengenai anggapan anak aktif cenderung pintar itu benar atau tidak, Ayah Bunda bisa simak ulasan lengkapnya di sini!

Benarkah Anak yang Aktif Cenderung Pintar?

Sebenarnya, ungkapan ini sering kali diungkapkan orang tua ketika melihat anaknya aktif bertanya, misal “Bun, itu apa ya? Kok bisa bergerak?” dan lain sebagainya. 

Anak yang aktif cenderung pintar itu juga kadang digambarkan dengan keaktifan anak bergerak menggunakan anggota tubuhnya untuk mengeksplorasi dunia sekitar.

Anggapan anak yang aktif cenderung pintar diteliti kebenarannya lewat sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health. Setelah ditelisik lebih dalam, ternyata ada hubungan antara olahraga dan fungsi kognitif pada anak-anak. 

Hasilnya, menunjukkan bahwa aktif dalam olahraga pada masa kanak-kanak secara positif bisa mempengaruhi fungsi kognitif dan emosional anak. 

Pada masa kanak-kanak akhir, partisipasi dalam aktivitas fisik sangatlah penting karena ini adalah periode keemasan untuk perkembangan motorik, fungsi kognitif, dan fungsi eksekutif  yang dinamis.

Fungsi eksekutif merupakan keterampilan yang memungkinkan seorang anak untuk terlibat dalam suatu situasi melalui perencanaan tindakan tertentu, menghambat, atau menunda reaksi tertentu.

Nah, peran aktivitas fisik dalam hal ini bisa meningkatkan sirkulasi yang mengarah pada pasokan oksigen yang lebih baik ke otak dan menyediakan nutrisi bagi otak. Kondisi ini merangsang pematangan area motorik di otak sehingga bisa mempengaruhi perkembangan motorik dan meningkatkan kecepatan impuls saraf. 

Dari mekanisme ini Bunda dapat memahami bahwa anak yang aktif bergerak cenderung lebih pintar di berbagai keterampilan.

Tak cuma otak, aktif dalam olahraga akan memberikan pengaruh positif pada semua sistem anak, mulai dari sistem motorik, kardiovaskular, pernapasan, hormonal, imunologi,  hingga sistem saraf.

Sebaliknya, kurang melakukan aktivitas fisik bisa menyebabkan keterbatasan persepsi dan gangguan perkembangan pada anak. 

Tanda Anak Aktif dan Pintar

Anak yang aktif cenderung pintar itu seperti apa, Bun? Kalau di sekolah, kepintaran anak bisa dilihat dari prestasinya di sekolah. 

Sebenarnya, kepintaran anak tidak cuma dilihat dari nilai-nilai di sekolahnya saja, Bun. Anak yang pintar cenderung aktif menunjukkan beberapa kebiasaan berikut ini:

  • Percaya kalau dirinya mampu menyelesaikan suatu tugas lebih baik.
  • Suka membaca di waktu senggang.
  • Fokus pada tujuan ketika mengerjakan suatu tugas.
  • Berusaha untuk tidak menunda-nunda tugas.
  • Meminta tolong jika butuh bantuan atau tidak malu untuk bertanya.
  • Mau mendengarkan nasihat, arahan, atau masukan dari orang dewasa.

Nah, meminta tolong, mau bertanya, mencoba untuk menyelesaikan tugas lebih baik, menunjukkan bahwa anak tersebut “aktif”. Itulah sebabnya, banyak yang beranggapan bahwa anak yang aktif itu cenderung pintar.

Hubungannya Aktivitas Fisik dengan Perkembangan Otak Anak

Setelah mengetahui bahwa anak yang aktif itu cenderung pintar, lantas apa hubungannya aktivitas fisik rutin dengan perkembangan kognitif anak, Bun? 

Perkembangan kognitif si Kecil dimulai ketika bayi, ia diberi mainan. Ketika itu, si Kecil akan menekan tombol berulang kali dengan keterampilan motoriknya.

Setelah menekan tombol, ia akan mendengar suara yang menarik. Kemudian, si Kecil diberi mainan lagi usai beberapa saat menunggu.

Rupanya, ia bisa menekan tombol berulang kali seperti sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa si Kecil menunjukkan keterampilannya untuk belajar. Jadi, anak yang aktif dapat belajar lebih banyak sehingga lebih pintar dalam mengoperasikan sesuatu.

Bila si Kecil lebih aktif dengan dunia di sekitarnya, ia bisa mengembangkan lebih banyak ketrampilan motorik. Ia juga maka ia bisa berinteraksi dan mengomunikasikan emosi sekaligus kebutuhannya kepada orang dewasa daripada menangis.

Mereka mungkin akan mengkomunikasikan dengan cara mereka sendiri, seperti menghentak saat marah, bertepuk tangan saat bersemangat, tersenyum saat bahagia, dan menunjuk objek untuk lebih mengekspresikan kebutuhan mereka. 

Tindakan anak yang aktif ini juga menggambarkan bahwa dirinya itu pintar dalam menguasai suatu keterampilan.

Cara agar si Kecil Tumbuh Aktif dan Cerdas

Bunda memiliki pengaruh yang besar untuk mendukung kecerdasan anak. Untuk itu, agar anak lebih aktif dan pintar, Bunda bisa mengajaknya dengan berbagai kegiatan berikut:

  1. Ajak si Kecil untuk Aktif Bergerak

Selain manfaat fisik dari olahraga, si Kecil juga bisa merasakan manfaat kognitif dari olahraga, Bun. Contoh olahraga untuk anak yang mudah diikuti adalah aerobik. Latihan aerobik yang bisa meningkatkan daya ingat dan daya pikirnya.

Latihan aerobik juga bisa membantu si Kecil untuk lebih fokus dalam belajar. Agar si Kecil bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, pastikan ia mereka menyisihkan banyak waktu untuk berolahraga. 

Jika anak cenderung aktif berolahraga, biasanya akan pintar dalam bidang olahraga ini dan bisa mengembangkan bakatnya menjadi prestasi. 

  1. Latih Otak si Kecil

Layaknya tubuh yang membutuhkan olahraga, otak juga membutuhkan olahraga. Nah, ada permainan yang bisa Bunda berikan agar si Kecil bisa melatih otaknya.

Bunda bisa memberikan lego, puzzle, dan permainan susun balok. Permainan yang membuat anak lebih aktif ini cenderung membuatnya pintar dalam berpikir dan memecahkan masalah. 

  1. Ajak si Kecil Berwisata Alam

Agar rasa cinta si Kecil terhadap alam dan makhluk hidup bisa tumbuh, Bunda dan Ayah bisa mengajak si Kecil untuk pergi mendaki alam, mengunjungi museum, kebun binatang, mengunjungi akuarium, hingga menonton pertunjukan yang menawarkan pengalaman langsung.

Mengunjungi tempat-tempat tersebut mampu membuat si Kecil belajar tentang hal-hal menarik yang ada di luar rumah maupun sekolahnya, Bun! Selain itu, aktif menjelajahi alam cenderung membuat anak yang jadi lebih pintar dan unggul mengenai pengetahuan alam.

Dengan demikian, Meskipun aktivitas fisik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan anak, tidak ada bukti yang kuat untuk mendukung klaim bahwa anak yang lebih aktif secara fisik secara otomatis lebih pintar. Faktor-faktor lain seperti pendidikan, pengalaman belajar, dan lingkungan keluarga juga memainkan peran penting dalam perkembangan kecerdasan anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pendidik untuk fokus pada memberikan anak kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara menyeluruh, baik secara fisik maupun kognitif.***

Yuk, dukung perkembangan anak usia dini dengan cara mendukung pertumbuhan mereka dengan memberikan pendidikan yang berkualitas KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *