Keutamaan Puasa di Bulan Syawal

Khutbah Jumat: Sya’ban, Bulan Persiapan Menyambut Ramadhan

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan adalah bekal utama dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Āli ‘Imrān: 102)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada hari ini kita berada di bulan yang sangat istimewa, yaitu bulan Sya’ban, bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia, padahal ia merupakan jembatan penting menuju Ramadhan. Oleh karena itu, khutbah Jumat hari ini mengangkat tema “Sya’ban, Bulan Persiapan Menyambut Ramadhan dengan Takwa.”

Bulan Sya’ban bukanlah bulan biasa. Ia adalah bulan persiapan ruhani, bulan pembersihan hati, dan bulan latihan agar kita tidak memasuki Ramadhan dalam keadaan lalai dan kosong dari semangat ibadah.

Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar terhadap bulan ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Usamah bin Zaid رضي الله عنه bertanya:

“Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan lain sebanyak engkau berpuasa di bulan Sya’ban.”
Beliau menjawab:
“Itulah bulan yang banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.”

Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan evaluasi amal. Amal setahun diangkat kepada Allah, maka sudah sepatutnya seorang Muslim mempersiapkan dirinya dengan memperbaiki ibadah dan membersihkan niat.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sya’ban mengajarkan kepada kita bahwa Ramadhan tidak datang secara tiba-tiba. Orang yang sukses di bulan Ramadhan adalah mereka yang bersungguh-sungguh mempersiapkan diri sejak bulan Sya’ban. Persiapan itu bukan hanya fisik, tetapi lebih penting adalah persiapan hati dan iman.

Di antara bentuk persiapan penting di bulan Sya’ban adalah muhasabah diri. Kita menilai kembali ibadah kita selama setahun terakhir:
Apakah shalat kita sudah khusyuk?
Apakah Al-Qur’an masih dekat dengan kehidupan kita?
Apakah lisan kita terjaga dari ghibah dan fitnah?

Allah ﷻ berfirman:

وَ مَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya.”
(QS. An-Nahl: 53)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa semua kesempatan hidup hingga hari ini adalah nikmat Allah, dan nikmat terbesar adalah masih diberinya kita kesempatan bertemu Ramadhan.

Selain muhasabah, bulan Sya’ban juga merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan hati. Membersihkan hati dari dendam, iri, dengki, dan permusuhan. Karena Ramadhan adalah bulan ibadah, dan ibadah tidak akan sempurna jika hati masih kotor.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, sebelum Ramadhan datang, mari kita saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan menata kembali hati agar Ramadhan kita benar-benar menjadi bulan ampunan.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Persiapan Ramadhan di bulan Sya’ban juga dilakukan dengan membiasakan amal saleh. Puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, dan memperbaiki shalat adalah latihan agar kita tidak kaget ketika Ramadhan tiba.

Orang yang tidak mempersiapkan diri di bulan Sya’ban seringkali melewati awal Ramadhan dengan berat dan malas. Namun orang yang sudah memanaskan mesin ibadahnya sejak Sya’ban, akan menjalani Ramadhan dengan ringan, semangat, dan penuh makna.

Maka jangan jadikan Ramadhan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi jadikan ia sebagai momentum perubahan hidup  dan perubahan itu dimulai dari bulan Sya’ban.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ

وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ

إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Doa Penutup

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ

اللهم بلغنا رمضان، وبارك لنا في شعبان، وتقبل منا صالح الأعمال.
ربنا اغفر لنا وللمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.

عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر.

Tinggalkan Balasan