Artikel

Cara Menanamkan Nilai Aqidah Dalam Mendidik Si Buah Hati

Bagikan Ke :

Yayasan Al Ummah – Menanamkan aqidah dan akhlak kepada anak sejak dini merupakan langkah yang sangat penting dalam pembentukan karakter mereka.

Pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh orang tua memiliki dampak bermacam-macam pada perkembangan anak-anaknya. Secara luas bahwa lingkungan keluarga dan interaksi orang tua, ayah bundanya kepada anak memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, keterampilan sosial, dan kemandirian anak-anak.

Masuk ke dalam Aqidah “Aqidah” mengacu pada keyakinan atau kepercayaan dalam Islam, sedangkan “Akhlak” merujuk pada perilaku atau karakter yang baik. Oleh karena itu, “Aqidah Akhlak pada anak” merujuk pada pembentukan keyakinan dan karakter yang baik pada anak-anak, khususnya dalam konteks ajaran Islam.

Pentingnya “Aqidah Akhlak” pada anak adalah untuk membentuk fondasi yang kuat dalam kepercayaan dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Sejak zaman Rasulullah SAW sudah ada pembelajaran tauhid atau Aqidah akhlak yang diajarkan dan diserukan kepada umat islam , Rasullah berdakwah sangat berjuang dan lama di Mekkah kurang lebih 13 tahun sebelum ke Madinah untuk menanamkan tauhid atau aqidah kepada umat islam disana.

Sehingga jelas, bahwa pembelajaran dan penanaman nilai-nilai Aqidah sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dulu.

Tentunya, sangat struggle dan berbagai macam cara orang tua dalam mendidik dan mengasuh buah hatinya.

Sebelumnya ada  3 sebutan tipe macam- macam  anak yang sering terdengar di sekeliling kita diantaranya yaitu :

  • Anak emas – Mereka merupakan tipe anak yang luar biasa, dari semua dan segala bidang, terutama pembelajaran Alquran nya dengan hafalan yang mencapai dan melebihi target.
  • Anak kandung – Mereka merupakan tipe anak yang sering juara akademik maupun non akademik.
  • Anak tiri – Mereka merupakan tipe anak yang sisi akademisnya dibawah rata-rata

Namun faktanya, tipe tipe tersebut tidak bisa langsung kita simpulkan dan spesifikasikan secara langsung ke anak. Belum tentu dari 3 penjelasan tipe anak diatas, sepenuhnya anak seperti itu, terkadang tanpa disadari maupun sebaliknya ada sifat sifat anak yang menggugurkan predikat diatas.

Ada kisah, si A perempuan disebut sebagai anak emas hafalannya 30 juz namun ketika ia menikah ia diminta untuk memakai kemben dan melepas hijab. Dan ia menuruti perkataan keluarganya. Apakah masih disebut anak emas?

Kemudian si B Laki-laki penghafal quran 30 juz, namun kalau keluar dan berpergian hanya menggunakan celana pendek. Dan tidak menutup aurat. Apakah ia masih berhak dengan predikat tersebut?

Tentunya setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, jangan sampai kekurangan tersebut membuat hancur semuanya.

Nah kita sebagai orang tua, perlu memposisikan diri sebagai memberi arah dalam  mendidik dan mengasuh anak kita. Serta menanamlkan nilai-nilai aqidah sedini mungkin. Dengan catatan orang tua harus sabar, telaten serta semua yang diajarkan kepada anak dengan Ikhlas karena Allah SWT, serta mengikuti ajaran Rasulullah Saw.

Selain itu juga, proses memperkenalkan dan menanamkan nilai aqidah islam kepada anak tidak ada yang instan.

Bisa juga dengan cara seperti ,

Orang tua adalah model utama bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, menjadi penting untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aqidah dan akhlak Islam dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak akan belajar banyak dari apa yang mereka lihat orang tua lakukan.

  • Menggunakan Kisah-kisah Islami:

Anak-anak sangat menerima cerita dan dongeng. Menggunakan kisah-kisah dari Al-Qur’an dan riwayat hidup para nabi sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual adalah cara yang efektif untuk menanamkan aqidah dan akhlak pada anak.

  • Pendidikan Agama yang Teratur:

Menyediakan pendidikan agama yang terstruktur dan teratur bagi anak-anak adalah kunci dalam pembentukan aqidah mereka. Ini dapat meliputi pembelajaran tentang dasar-dasar aqidah Islam, ritual ibadah, dan etika moral.

  • Diskusi Terbuka:

Membuka ruang diskusi yang terbuka dan ramah dengan anak-anak tentang konsep-konsep agama dan moral dapat membantu mereka memahami nilai-nilai yang dipegang oleh agama Islam. Anak-anak harus merasa nyaman untuk bertanya dan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang keyakinan mereka.

  • Menggunakan Metode Pembelajaran yang Kreatif:

Anak-anak belajar melalui berbagai cara, termasuk permainan, lagu, dan seni. Menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan dapat membuat pembelajaran tentang aqidah dan akhlak menjadi lebih menarik bagi anak-anak.

  • Konsistensi dan Kesabaran:

Pembentukan aqidah dan akhlak memerlukan waktu dan kesabaran. Penting untuk konsisten dalam memberikan pendidikan agama dan moral kepada anak-anak, serta bersabar dalam membimbing mereka melalui proses pembelajaran ini.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten dan penuh kasih, orang tua dapat membantu menanamkan aqidah dan akhlak yang kuat kepada anak-anak mereka sejak dini, membantu mereka tumbuh menjadi individu yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia.***

Informasi selengkapnya, Pendidikan Islam Terpadu Ulul Albab Pekalongan bisa KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *