Artikel

Cek di Sini! Jejak Perkembangan Komunikasi Anak Usia Dini

Bagikan Ke :

Yayasan Al Ummah – Tahukah Bunda? Anak sudah berkomunikasi dengan Bunda sejak masih bayi, bahkan sejak baru dilahirkan. Tentunya cara komunikasi bayi tidak sama dengan orang dewasa.

Bayi berkomunikasi lewat tangisan saat lapar atau merasa tidak nyaman. Saat bayi usia 3 bulan akan mulai membuat suara menderu atau cooing, kemudian mulai mengoceh dengan kata sederhana sekitar usia 6 bulan. Berbagai karakteristik komunikasi anak usia dini inilah yang membuat cara berkomunikasi dengan bayi dan anak kecil berbeda dengan orang dewasa.

Anak usia dini adalah periode penting dalam perkembangan komunikasi. Dari lahir hingga usia sekitar lima tahun, anak mengalami berbagai tahapan dalam membangun keterampilan berkomunikasi yang kompleks. Proses ini melibatkan serangkaian kemampuan, mulai dari meniru suara hingga kemampuan berbicara dengan kalimat yang terstruktur.

Cara komunikasi anak usia dini yang terdengar belum jelas merupakan hal yang wajar, karena kemampuan bahasanya masih berkembang. Umumnya, anak baru akan bisa mengucapkan 1-2 kata pertamanya setelah berusia 1 tahun dan membuat kalimat pendek dua kata setelah menginjak usia 2 tahun. Meskipun belum lancar berbicara, namun anak sudah dapat memahami apa yang Bunda katakan dan memberikan respons melalui gestur tubuh, seperti mengangguk dan menggeleng.

Kemampuan bahasa anak akan terus berkembang seiring waktu dengan bertambahnya kosa kata yang diingat, panjang kalimat, kompleksitas struktur, dan tata bahasa kalimat yang diucapkan, serta kemampuannya menyampaikan isi pikirannya melalui kata-kata.

Karakteristik Komunikasi Anak Usia Dini

Komunikasi pada anak usia dini memang memiliki karakteristik tersendiri. Memahami karakteristik komunikasi anak usia dini dapat membantu Bunda untuk lebih mengerti bagaimana anak belajar berkomunikasi.

Berikut beberapa karakteristik komunikasi pada anak usia dini, yaitu:

  1. Meniru Suara dan Gerakan

Pada usia yang sangat muda, anak belajar berkomunikasi dengan meniru suara dan gerakan yang mereka lihat di sekitar mereka. Mereka mulai mengamati dan meniru ekspresi wajah, suara, dan gerakan tubuh orang dewasa dan anak-anak lain di sekitar mereka.

  1. Penggunaan Bahasa Tubuh

Ketika mereka tumbuh, anak-anak usia dini mulai menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Mereka mungkin mengangguk untuk menyatakan setuju, menggelengkan kepala untuk menolak, atau menunjuk pada objek untuk mengekspresikan keinginan atau minat mereka.

  1. Mengembangkan Kosa Kata

Ketika anak usia dini mulai belajar bahasa, mereka secara bertahap mengembangkan kosa kata mereka. Awalnya, mereka mungkin menggunakan kata-kata tunggal atau frasa pendek untuk menyampaikan kebutuhan atau keinginan mereka.

  1. Pembentukan Kalimat Sederhana

Seiring waktu, anak-anak mulai membangun kalimat yang lebih kompleks. Mereka belajar menggabungkan kata-kata menjadi kalimat sederhana untuk menyampaikan ide atau pikiran mereka dengan lebih jelas.

  1. Ekspresi Diri yang Lebih Lanjut

Anak-anak usia dini juga mulai mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka secara lebih mendalam. Mereka mungkin mulai menceritakan pengalaman mereka atau menjelaskan apa yang mereka rasakan atau pikirkan tentang suatu situasi.

  1. Memahami Bahasa Tubuh dan Ekspresi Wajah

Selain memperluas kosa kata dan kemampuan berbicara, anak-anak usia dini juga mulai memahami bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang lain. Mereka belajar membaca isyarat nonverbal untuk memahami perasaan dan niat orang lain.

  1. Interaksi Sosial yang Lebih Kompleks

Perkembangan komunikasi anak usia dini juga melibatkan interaksi sosial yang lebih kompleks. Mereka mulai belajar berbagi, berkolaborasi, dan membangun hubungan dengan orang lain melalui berbagai bentuk komunikasi.

Tahap Perkembangan Bahasa dan Komunikasi Anak Usia Dini

Setiap anak berkembang dalam waktunya sendiri. Ada yang lebih cepat dan ada yang lebih lambat, termasuk dalam perkembangan bahasa. Tetapi, secara umum ada tahap perkembangan bahasa dan komunikasi anak usia dini yang setidaknya bisa menjadi acuan Bunda dalam memantau anak. Berikut ini secara lengkap tahap perkembangan bahasa anak usia dini usia 0-5 tahun:

  1. Usia 0-1 tahun

  • Membuat suara cooing dan mengoceh
  • Mengeluarkan suara yang berbeda ketika bahagia dan tidak nyaman
  • Merespons saat diajak bicara
  • Menirukan suara
  • Berkomunikasi dengan gestur tubuh
  1. Usia 1-2 tahun

  • Mengucapkan kata pertama
  • Menirukan kata-kata sederhana
  • Perbendaharaan kata bertambah pesat
  • Menyusun beberapa kata dalam kalimat pendek
  1. Usia 2-3 tahun

  • Memahami konsep ruang, seperti di dalam dan di atas
  • Menggunakan kata ganti
  • Memahami kata deskriptif, seperti besar atau luas
  • Menyusun kalimat dengan 3 kata
  • Pengucapan lebih baik meski masih ada bagian yang salah
  1. Usia 3-4 tahun

  • Mengenal dan mengidentifikasi warna
  • Mampu menjelaskan fungsi benda
  • Dapat mengungkapkan isi pikiran dan perasaan
  • Mampu mengulang kalimat yang diucapkan
  • Dapat menceritakan aktivitas yang dilakukan
  1. Usia 4-5 tahun

  • Lebih memahami konsep ruang yang kompleks, seperti “di antara”
  • Pelafalan semakin jelas dan lebih mudah dipahami
  • Mampu menjelaskan cara melakukan sesuatu
  • Mampu mengelompokkan kata, seperti binatang dan kendaraan
  • Mampu memberi jawaban penjelasan
  1. Usia 5 tahun ke atas

  • Mampu menjelaskan urutan kejadian
  • Mampu terlibat dalam percakapan
  • Menjelaskan sebuah objek
  • Bercerita menggunakan imajinasi

Mengenali jejak perkembangan komunikasi anak usia dini ini penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan dukungan yang tepat dan memfasilitasi perkembangan yang sehat. Dengan memahami tahapan ini, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan komunikasi yang kuat, memperluas pemahaman mereka tentang dunia, dan membangun fondasi yang kokoh untuk kesuksesan masa depan mereka.***

Klik, Info selengkapnya Pendidikan Islam Terpadu Ulul Albab Kota Pekalongan – https://www.instagram.com/p/C1_5dKEPuFm/?igsh=dGN4MmN3azlhOGZ1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *