Artikel

Faktor Kunci dalam Perkembangan Sosial Anak, Simak di Sini!

Bagikan Ke :

Yayasan Al Ummah – Perkembangan sosial anak merupakan bagian penting dalam pembentukan kepribadian dan interaksi mereka dengan lingkungan sekitar. Beberapa faktor kunci memainkan peran utama dalam membentuk kemampuan sosial anak, yang penting untuk dipahami oleh orang tua.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa faktor kunci yang memengaruhi perkembangan sosial anak dan bagaimana kita dapat memperhatikannya untuk mendukung pertumbuhan mereka secara optimal.

Tahukah Ayah Bunda, saat tumbuh, anak tidak hanya menunjukkan perkembangan fisik, mental, dan emosional, melainkan juga terjadi peningkatan kemampuan sosialnya.

Kecerdasan sosial anak akan berkembang pesat saat memasuki usia prasekolah. Pada usia itu, anak mulai senang berinteraksi dengan orang lain dan tertarik untuk menjalin pertemanan. Perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak? Simak dan cermati artikel ini hingga akhir.

Apa Itu Perkembangan Sosial Anak?

Perkembangan sosial anak dapat diartikan sebagai proses Si Buah Hati untuk mencapai kematangan dalam berhubungan sosial. Selain itu, selama terjadinya perkembangan sosial, anak juga belajar tentang norma, etika, dan tradisi masyarakat.

Perkembangan sosial juga membuat anak melalui proses perubahan perilaku, minat, dan ketertarikan menjalin pertemanan baru. Contoh perkembangan sosial anak usia dini adalah tumbuhnya kemampuan Si Buah Hati untuk beradaptasi di lingkungan baru.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak

Perkembangan sosial anak pada umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni faktor biologis, faktor enviroment atau lingkungan, dan faktor relationship atau hubungan dengan orang lain. Berikut ini penjelasannya:

  • Faktor biologis

Kondisi biologis menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, tidak terkecuali pada perkembangan sosialnya. Adapun faktor biologis yang turut mempengaruhi perkembangan anak meliputi genetik, chemistry otak, level hormon, nutrisi, dan gender.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dari kondisi biologisnya adalah temperamen yang diturunkan secara genetik. Beberapa riset menunjukkan bahwa 20 hingga 60 persen temperamen manusia ditentukan oleh genetika.

Temperamen merupakan atribut bawaan yang mempengaruhi pendekatan anak terhadap dunia serta interaksi dengan lingkungan dalam 9 dimensi, yakni tingkat aktivitas, keteralihan perhatian, intensitas emosi, keteraturan, ambang sensorik, dan kecenderungan pendekatan versus penarikan diri, kemampuan beradaptasi, ketekunan, dan kualitas suasana hati. Sederhananya, temperanen dapat diartikan sebagai gaya atau kepribadian yang mempengaruhi perilaku anak dan interaksinya dengan orang lain.

  • Faktor environment (lingkungan)

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak adalah environment atau lingkungan, yaitu meliputi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan keluarga. Seorang anak dari keluarga dengan ikatan yang baik dengan anggota keluarganya biasanya dapat menyesuaikan diri secara sosial, dan tumbuh dengan kemampuan sosial yang baik pula. Sebab, reaksi sosial mudah dimunculkan secara emosional oleh anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan ikatan erat.

Selain itu, kondisi sosial ekonomi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak. Misalnya, anak-anak yang tumbuh di lingkungan sosial ekonomi rendah berisiko mengalami sejumlah dampak negatif, termasuk masalah perilaku internalisasi dan eksternalisasi, masalah kesehatan mental, kenakalan, gangguan perilaku, dan keterlambatan perkembangan kognitif dan sosialnya.

  • Faktor relationship

Relationship atau hubungan dengan orang-orang sekitar, termasuk orang tua, keluarga, serta teman, juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak. Bagaimana anak-anak menjalin hubungan dengan orang-orang terdekatnya akan mempengaruhi perilaku dan perkembangan sosial mereka. Anak yang memiliki hubungan harmonis serta mendapatkan cinta dari orang tuanya akan tumbuh percaya diri, merasa aman, dan lebih mandiri. Faktor ini tentu akan mempengaruhi hubungan sosial mereka di luar rumah.

Selain itu, pergaulan dengan teman-teman sebaya juga akan memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak. Saat berelasi dengan teman-teman sebayanya, anak akan mendapatkan kemandirian sosial. Anak akan mampu membuat keputusan secara mandiri untuk menentukan perannya dalam kelompok. Rasa percaya diri anak-anak pun akan berkembang dari waktu ke waktu saat mereka bergaul dengan teman-teman sebayanya.

Dengan memperhatikan faktor-faktor diatas  dan memberikan dukungan yang tepat, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka dengan baik. Hal ini akan membantu mereka untuk menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar.

Agar proses perkembangan sosial anak optimal, bisa mulai penanaman nilai nilai sosial sejak dini dengan memperoleh pendidikan dan edukasi yang tepat melalui Pendidikan Islam Terpadu Ulul Albab Pekalongan semoga memudahkan Ayah Bunda untuk membantu mengembangkan karakter anak yang baik ya!***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *