Artikel

Ketahui Ciri dan Cara Stimulasi Kecerdasan Linguistik pada Anak

Bagikan Ke :

Yayasan Al UmmahKecerdasan linguistik merupakan salah satu bentuk kecerdasan yang penting bagi perkembangan anak. Kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya penting untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi landasan bagi pembelajaran di banyak area lain. 

Memahami tanda-tanda kecerdasan linguistik pada anak dan cara merangsangnya merupakan langkah penting bagi orangtua dan pengasuh. Artikel ini akan membahas tanda-tanda kecerdasan linguistik pada anak dan cara-cara untuk menstimulasinya.

Apa Itu Kecerdasan Linguistik?​​​​​​​​​​​​​​

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan anak untuk menyusun pikiran secara runut dan mengkomunikasikannya secara verbal dengan jelas dan terstruktur.

Jenis kecerdasan ini sering juga disebut dengan kecerdasan bahasa atau kecerdasan verbal. 

Kecerdasan verbal sangat dipengaruhi oleh kognitif anak karena berkaitan erat dengan keterampilan:

  • Berpikir nalar.
  • Memproses gagasan atau ide dalam otak untuk disampaikan secara verbal.
  • Menggunakan kata atau kalimat yang tepat pada konteks yang tepat, di waktu yang tepat.
  • Berpikir dan belajar.
  • Memecahkan masalah atau konflik (problem solving)
  • Membangun dan menjaga hubungan.

Tanda Anak Memiliki Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan berbahasa lebih dari sekadar kemampuan bicara lancar. Berikut adalah tanda-tanda anak memiliki kecerdasan berbahasa yang baik:

  • Memahami instruksi sederhana, seperti “Yuk, makan” atau “Pakai topinya, ya”.
  • Mengerti nama benda dan bagian-bagian tubuh, seperti “Piring,” “Boneka,” atau “Topi”.
  • Anak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana. 
  • Anak peka terhadap perbedaan nada bicara, apakah Bunda sedang melontarkan pertanyaan atau sedang membuat pernyataan. 
  • Berusaha membuat Bunda dan Ayah mengerti ucapannya dengan memadukan beberapa kombinasi kata, gestur, dan suara.
  • Anak berinisiatif memulai pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan sederhana, seperti, “Apa itu?” 
  • Bisa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya lewat kata-kata.

Perlu Bunda ingat, tahap perkembangan bahasa anak berbeda-beda pada setiap individu. Bila si Kecil belum menunjukkan kemampuan setara dengan anak seusianya, Bunda tidak perlu terlalu khawatir. Si Kecil mungkin hanya butuh waktu dan stimulasi yang tepat.

Cara Stimulasi Anak agar Memiliki Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan bahasa adalah satu dari beberapa jenis kecerdasan anak yang perlu dioptimalkan agar si Kecil siap jadi pemenang. Berikut cara melatih kecerdasan verbal anak:

  1. Membacakan Cerita 

Membacakan cerita baik dapat mengembangkan kecerdasan linguistik anak dengan cara menambah kosakata baru. 

Pasalnya, ada kata yang tidak akan muncul di percakapan sehari-hari dalam buku cerita.

Membacakan cerita juga baik untuk aspek kognitif dan perkembangan otaknya karena ia mengerti makna dari kata-kata yang disampaikan.

  1. Mendengarkan Secara Aktif

Active listening akan membuat anak termotivasi untuk membicarakan lebih banyak hal dengan Bunda. Ini dapat melatih kecerdasan verbalnya. 

Tunjukkan pada si Kecil bahwa Bunda mendengarkannya dengan cara tersenyum dan mengangguk. Kontak mata juga membantunya merasa nyaman dan terkoneksi dengan Bunda.


  1. Reflective Listening

Selain active listeningreflective listening tidak kalah penting. Ulangi apa yang mereka ceritakan menggunakan istilah yang lain. 

Misalnya, saat anak bercerita, “Tadi aku diledek sama Michael.” Bunda bisa merespons dengan, “Kelihatannya kamu kesal, ya?” untuk membantu anak memahami emosi yang dirasakan adalah kejengkelan. 

Hal ini mendorong anak untuk bercerita lebih banyak. Active dan reflective listening mampu memperkuat ikatan Bunda dan si Kecil karena anak punya keinginan kuat untuk didengarkan dan dimengerti.

  1. Berbicara dengan Jelas

Untuk mengasah kecerdasan linguistik anak, Bunda perlu berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak sesuai usianya. 

Gunakan bahasa yang baik dan jangan mengungkapkan kata-kata kasar pada anak. Komunikasi yang baik membuat si Kecil merasa dihargai dan disayangi. 

  1. Menarasikan Kegiatan 

Untuk memberikan contoh pada anak, cobalah menarasikan kegiatan sehari-hari yang Bunda lakukan, contohnya, “Bunda sedang menyapu”.

Selanjutnya, bicarakan apa yang si Kecil sedang lakukan. Misalnya, “Wah, kamu lagi main sama boneka ya. Bonekanya pakai baju warna ungu.” 

Mendeskripsikan hal sehari-hari berguna untuk membantu anak menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat sederhana.  

  1. Bernyanyi Bersama

Mendengarkan musik dan bernyanyi bersama adalah cara mudah melatih kecerdasan linguistik anak. 

Kebiasaan ini sebaiknya dimulai sedini mungkin agar bisa meningkatkan perkembangan bahasa dan komunikasinya. 

Bunda bisa bernyanyi saat sedang memandikan si Kecil, sebelum ia tidur, saat bermain bersama, atau saat berkendara di mobil.

  1. Merespons Si Kecil

Dalam mendidik anak, salah satu yang terpenting adalah memberikan respons positif pada apa yang ia lakukan, termasuk saat ia berusaha berkomunikasi. 

Berikan senyuman dan respons yang antusias saat ia sedang mengajak Bunda mengobrol. Dengan begitu, anak akan makin bersemangat mengeksplor kata-kata baru saat bercerita.

  1. Perhatikan Gestur Saat Berbicara

Ekspresi wajah dan gestur tubuh merupakan bagian dari kecerdasan berbahasa yang kurang diperhatikan. 

Padahal, anak dengan kecerdasan verbal yang tinggi bisa memahami ekspresi dan gestur lawan bicaranya. 

Gestur negatif, seperti memutar bola mata atau menyilangkan tangan di dada bisa membuat si Kecil tidak nyaman, serta takut mengekspresikan dirinya. 

Sebaliknya, gestur dan ekspresi positif, contohnya membelai puncak kepala membuatnya percaya diri dalam mengungkapkan perasaannya.

  1. Ajari 3 Kata Ajaib

Kata “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” adalah 3 kata ajaib yang perlu Bunda ajarkan dan biasakan pada si Kecil saat berkomunikasi.

Agar anak paham fungsi dari kata-kata ini, minta mengucapkan kata ini pada situasi yang tepat.

Contohnya, ketika ia diberikan makanan camilan kesukaannya, minta si Kecil mengucapkan terima kasih.

  1. Ajukan Pertanyaan

Agar anak vepat bicara, sering-seringlah bertanya pada si Kecil untuk memancing responsnya.

Tapi, hindari yes no question saat berbicara dengan si Kecil. Ajukan pertanyaan terbuka yang bisa memicunya mendeskripsikan kejadian yang ia alami. 

Dibanding menanyakan, “Kamu senang hari ini?” lebih baik bertanya, “Hari ini kamu main apa saja bersama teman-teman?”. 

Hal ini akan melatihnya mengekspresikan diri lewat kata-kata, sekaligus menceritakan emosi apa saja yang ia rasakan.

  1. Jangan Langsung Mengkritik

Selama proses belajar, tentu si Kecil akan melakukan kesalahan dalam berbicara. Bisa jadi kata yang ia gunakan kurang tepat atau pelafalannya salah. 

Saat ini terjadi, jangan langsung mengkritiknya. Pasalnya, hal itu bisa membuatnya malu dan tidak mau lagi mencoba berekspresi lewat kata-kata. 

Untuk mengoreksinya, coba ulangi kalimatnya dengan kata atau pelafalan yang tepat.

Dengan memperhatikan tanda-tanda kecerdasan linguistik pada anak dan menyediakan lingkungan yang kaya akan stimulasi bahasa, orangtua dan pengasuh dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan kemampuan berbahasa yang kuat dan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.***

Yuk, dukung perkembangan anak usia dini dengan cara mendukung pertumbuhan mereka dengan memberikan pendidikan yang berkualitas KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *