Syukur dan Kufur Nikmat

Khutbah Jum’at : Syukur dan Kufur Nikmat dalam Kehidupan Seorang Muslim

اَلْـحَمْـدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan mendapatkan keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat.

1. Makna Syukur dan Kufur Nikmat

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah syukur dan kufur nikmat. Dua hal ini adalah dua sikap yang saling bertolak belakang. Syukur berarti mengakui nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan, lalu menggunakannya di jalan kebaikan. Sedangkan kufur nikmat berarti mengabaikan atau menggunakan nikmat tersebut untuk hal yang bertentangan dengan perintah Allah.

Allah ﷻ berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu tetapi jika kamu kufur (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim  7 )

Ayat ini menjelaskan bahwa syukur membawa keberkahan dan tambahan nikmat, sementara kufur nikmat mendatangkan siksa dan hilangnya keberkahan hidup.

2. Ciri Orang yang Bersyukur

Jamaah yang berbahagia,
Orang yang bersyukur bukan hanya mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi juga menggunakan nikmat dengan cara yang benar. Jika diberi harta, ia infakkan di jalan Allah. Jika diberi ilmu, ia ajarkan dan amalkan. Jika diberi waktu luang, ia isi dengan kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 “Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang berada di atasmu. Itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu.”  (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan agar hati kita selalu tenang dan tidak iri terhadap karunia orang lain. Inilah bentuk nyata dari syukur hati, yaitu merasa cukup dan ridha dengan ketentuan Allah.

3. Tanda-tanda Kufur Nikmat

Sebaliknya, jamaah rahimakumullah, kufur nikmat tampak ketika seseorang lupa dari siapa semua nikmat berasal. Ia merasa bahwa harta, jabatan, dan kesehatan yang dimilikinya adalah hasil jerih payah semata, bukan karena pertolongan Allah.

Allah ﷻ mengingatkan dalam Q.S. An-Nahl ayat 112:

> *“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezekinya datang melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya kufur terhadap nikmat-nikmat Allah; maka Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.”

Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa kufur nikmat bisa menyebabkan hilangnya ketenangan, bahkan kehancuran suatu kaum.

4. Cara Menjaga Agar Tidak Kufur Nikmat

Saudara-saudara seiman,
Agar kita tidak tergelincir dalam kufur nikmat, ada beberapa langkah yang perlu kita tanamkan dalam kehidupan:

  • Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah : Tidak ada satu pun nikmat yang datang karena kekuatan kita sendiri.
  • Gunakan nikmat pada jalan kebaikan : Harta untuk sedekah, waktu untuk ibadah, ilmu untuk kemaslahatan umat.
  • Hindari mengeluh berlebihan : Karena keluhan yang berlebihan menandakan hati tidak ridha terhadap takdir Allah.
  • Perbanyak zikir dan doa syukur : Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang dan mudah bersyukur.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Syukur adalah kunci keberkahan hidup, sementara kufur nikmat adalah sebab kehancuran. Oleh karena itu, marilah kita menjadi hamba yang selalu bersyukur dalam keadaan apa pun.

Gunakan nikmat Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan untuk bermaksiat kepada-Nya. Sebab orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sedangkan orang yang kufur akan kehilangan keberkahannya.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

” Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (QS. Ar-Ra’d: 11)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita memperbaharui rasa syukur kita kepada Allah ﷻ. Jangan sampai hati kita menjadi keras karena terlalu sibuk mengejar dunia.

Mari kita tanamkan dalam keluarga dan diri kita untuk selalu mensyukuri setiap nikmat kecil maupun besar. Karena dengan bersyukur, hidup kita akan damai, rezeki kita berkah, dan hati kita tenang.

KHUTBAH KEDUA 

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

DOA

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ
.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.أَقِمِ الصَّلَاة

Baca Juga : Khutbah Jum’at : Tanda-Tanda Orang Bersyukur 

 

Tinggalkan Balasan