Khutbah Jumat: Menjalankan Amanah Yang Allah Berikan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ،

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tentang bagaimana kita beribadah kepada Allah, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalankan setiap tanggung jawab yang Allah titipkan dalam kehidupan.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan satu perkara yang sering kita dengar, tetapi terkadang luput kita jaga, yaitu amanah.

Khutbah Jumat: Menjalankan Amanah Yang Allah Berikan

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setiap manusia sebenarnya sedang membawa amanah. Tidak ada kehidupan yang benar-benar bebas dari tanggung jawab.

Seorang ayah mendapatkan amanah untuk membimbing keluarganya. Seorang ibu mendapatkan amanah untuk merawat dan mendidik anak-anaknya. Seorang anak mendapatkan amanah untuk menghormati dan berbakti kepada orang tuanya. Seorang pemimpin mendapatkan amanah untuk mengurus orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pekerja mendapatkan amanah dari pekerjaan dan tanggung jawabnya. Bahkan harta, kesehatan, ilmu, waktu, jabatan, dan kesempatan yang kita miliki semuanya adalah amanah.

Karena itu, menjalankan amanah yang Allah berikan bukan hanya persoalan menyelesaikan tugas. Amanah adalah bagian dari keimanan dan akan menjadi perkara yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa amanah bukan sekadar nilai moral yang baik. Amanah adalah perintah langsung dari Allah. Maka, ketika seseorang menerima kepercayaan, ia tidak boleh menganggapnya sebagai sesuatu yang ringan. Ketika kita menerima pekerjaan, ada amanah di dalamnya. Ketika kita diberi jabatan, ada amanah di dalamnya. Ketika kita dipercaya mengurus uang orang lain, ada amanah di dalamnya. Ketika kita menjadi orang tua, ada amanah di dalamnya.

Bahkan ketika seseorang mengetahui sebuah rahasia yang dipercayakan kepadanya, menjaga rahasia itu juga merupakan bentuk amanah.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah juga menggambarkan orang-orang beriman sebagai mereka yang menjaga amanah. Allah berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 8:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.”

Perhatikan kata yang digunakan oleh Allah: memelihara.

Amanah bukan hanya diterima, tetapi harus dijaga. Terkadang seseorang begitu bersemangat ketika mendapatkan kepercayaan. Namun setelah beberapa waktu, tanggung jawab itu mulai diabaikan. Janji mulai dilupakan. Pekerjaan dikerjakan seadanya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru dihabiskan untuk perkara yang tidak perlu.

Di sinilah amanah diuji. Amanah tidak selalu terlihat ketika banyak orang melihat kita. Justru amanah paling jelas terlihat ketika tidak ada seorang pun yang mengawasi. Ketika atasan tidak melihat, apakah kita tetap bekerja dengan baik? Ketika tidak ada yang mengetahui, apakah kita tetap menjaga kejujuran? Ketika memiliki kesempatan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, apakah kita mampu menahan diri? Ketika memegang jabatan dan memiliki kekuasaan, apakah kita menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau untuk kebaikan orang banyak? Di situlah kualitas iman seseorang diuji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hadis tersebut mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan hanya milik pejabat atau orang yang memiliki jabatan besar. Setiap kita adalah pemimpin dalam lingkup masing-masing.

Seorang kepala keluarga akan ditanya tentang keluarganya. Seorang ibu akan ditanya tentang apa yang ia lakukan terhadap amanah keluarganya. Seorang guru akan ditanya tentang ilmu dan murid yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang pemimpin akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pekerja akan dimintai pertanggungjawaban atas pekerjaannya. Dan setiap kita akan ditanya tentang umur yang telah diberikan Allah kepada kita.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di zaman sekarang, bentuk amanah semakin beragam. Kita tidak hanya dituntut menjaga amanah berupa harta atau jabatan. Kita juga menghadapi amanah dalam dunia digital.

Apa yang kita tulis di media sosial adalah tanggung jawab. Apa yang kita sebarkan adalah tanggung jawab. Informasi yang kita teruskan kepada orang lain juga merupakan tanggung jawab. Jangan sampai karena ingin menjadi orang pertama yang membagikan sebuah berita, kita lupa memastikan kebenarannya.

Allah mengingatkan kita dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 agar memeriksa suatu berita ketika datang kepada kita dari orang yang tidak dapat dipercaya, agar kita tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena ketidaktahuan, kemudian menyesal atas perbuatan tersebut.

Karena itu, menjaga amanah pada hari ini juga berarti menjaga lisan, tulisan, dan jari-jari kita. Jangan mudah menyebarkan fitnah. Jangan menyebarkan kabar yang belum jelas. Jangan membuka aib orang lain hanya karena ingin mendapatkan perhatian. Jangan menggunakan kepercayaan orang lain untuk mencari keuntungan pribadi. Sebab semua yang kita lakukan akan dicatat oleh Allah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada satu hal yang sering kita lupakan: waktu juga merupakan amanah.

Setiap hari Allah memberikan kepada kita waktu yang sama. Dua puluh empat jam. Namun yang membedakan manusia bukan jumlah waktunya, melainkan bagaimana waktu itu digunakan.

Ada orang yang waktunya menjadi jalan menuju kebaikan. Ada yang menggunakan waktunya untuk belajar, bekerja, membantu keluarga, beribadah, dan memberi manfaat kepada orang lain. Namun ada pula yang perlahan menghabiskan hidupnya tanpa arah.

Padahal umur yang berlalu tidak akan pernah kembali. Hari yang telah lewat tidak dapat dibeli kembali. Masa muda akan berlalu. Kesehatan akan berubah. Kesempatan mungkin tidak datang dua kali.

Maka menjalankan amanah yang Allah berikan juga berarti menggunakan umur dengan sebaik-baiknya. Jangan menunggu tua untuk mulai memperbaiki diri. Jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatan. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya keluarga. Dan jangan menunggu ajal datang untuk menyadari bahwa ternyata banyak amanah yang belum kita tunaikan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah memberikan amanah bukan untuk memberatkan kita, tetapi untuk menguji sejauh mana kita mampu menjalani kehidupan dengan benar. Mungkin amanah yang kita miliki hari ini terasa berat. Seorang ayah mungkin sedang berjuang mencari nafkah. Seorang ibu mungkin sedang lelah mengurus rumah dan mendidik anak. Seorang pekerja mungkin sedang berusaha mempertahankan pekerjaannya. Seorang pemimpin mungkin sedang menghadapi banyak persoalan.

Tetapi selama semua itu dijalankan dengan niat karena Allah dan dilakukan dengan cara yang benar, insyaallah setiap lelah memiliki nilai di sisi-Nya. Karena itu, jangan hanya bertanya, “Apa yang akan saya dapatkan dari amanah ini?” Tetapi tanyakan juga kepada diri kita:

“Sudahkah saya menjalankan amanah ini sebagaimana yang Allah kehendaki?”

Sebab suatu hari nanti, bukan hanya hasil yang akan kita lihat. Kita juga akan melihat bagaimana proses kita menjalankan amanah tersebut. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dapat dipercaya, jujur dalam perkataan, benar dalam perbuatan, dan bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan kepada kita.

Mari kita perbaiki amanah yang mungkin selama ini kita abaikan. Jika ada pekerjaan yang belum kita tunaikan, selesaikanlah. Jika ada janji yang belum kita tepati, berusahalah menepatinya. Jika ada hak orang lain yang masih kita pegang, kembalikanlah. Jika ada tanggung jawab kepada keluarga yang selama ini kita abaikan, mari kita perbaiki. Dan jika ada amanah kepada Allah yang selama ini kita tinggalkan, mari kita kembali kepada-Nya sebelum terlambat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga amanah dan mendapatkan pertolongan-Nya di dunia maupun di akhirat.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Baca Juga : Khutbah Jumat: Cara Menjaga Iman di Tengah Tantangan Zaman

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ

وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ

إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Doa Penutup

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ

اللهم بلغنا رمضان، وبارك لنا في شعبان، وتقبل منا صالح الأعمالربنا اغفر لنا وللمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات

عباد الله
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر

Tinggalkan Balasan