Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah ikhtiar, tawakal, dan qanaah. Ketiganya merupakan sikap yang diajarkan dalam Islam dan saling berkaitan dalam membentuk pribadi seorang Muslim yang beriman.
Namun, tidak sedikit orang yang masih menyamakan ketiga istilah tersebut. Ada yang menganggap tawakal berarti pasrah tanpa usaha, ada pula yang mengira qanaah sama dengan berhenti berikhtiar. Padahal, masing-masing memiliki makna dan penerapan yang berbeda.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan tawakal, ikhtiar, dan qanaah? Bagaimana cara mengamalkannya secara seimbang? Simak penjelasan berikut.
Contents
- 1 Mengapa Memahami Ketiganya Itu Penting?
- 2 Apa Itu Ikhtiar?
- 3 Contoh Ikhtiar
- 4 Apa Itu Tawakal?
- 5 Contoh Tawakal
- 6 Apa Itu Qanaah?
- 7 Contoh Qanaah
- 8 Perbedaan Tawakal, Ikhtiar, dan Qanaah
- 9 Hubungan Ikhtiar, Tawakal, dan Qanaah
- 10 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 11 Hikmah Mengamalkan Ketiganya
- 12 Cara Menerapkan Ikhtiar, Tawakal, dan Qanaah dalam Kehidupan
Mengapa Memahami Ketiganya Itu Penting?
Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha, doa, dan penerimaan terhadap ketentuan Allah. Ketika salah satu diabaikan, seseorang bisa terjebak pada dua sikap yang keliru, yaitu terlalu bergantung pada diri sendiri atau justru menyerah tanpa berusaha.
Memahami perbedaan antara ikhtiar, tawakal, dan qanaah akan membantu kita menjalani kehidupan dengan lebih tenang, optimis, sekaligus penuh rasa syukur.
Apa Itu Ikhtiar?
Secara bahasa, ikhtiar berarti memilih atau mengusahakan sesuatu.
Dalam Islam, ikhtiar adalah segala bentuk usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan yang baik sesuai syariat Allah.
Allah SWT berfirman:
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai usaha. Seorang Muslim diperintahkan bekerja, belajar, mencari ilmu, berobat ketika sakit, dan melakukan berbagai upaya terbaik dalam kehidupannya.
Contoh Ikhtiar
- Belajar dengan sungguh-sungguh sebelum ujian.
- Bekerja mencari nafkah yang halal.
- Menjalankan usaha dengan jujur.
- Berobat ketika sedang sakit.
- Mempersiapkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan.
Apa Itu Tawakal?
Setelah melakukan usaha terbaik, seorang Muslim diperintahkan untuk bertawakal, yaitu menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
(QS. Ali Imran: 159)
Ayat ini menjelaskan bahwa tawakal datang setelah adanya usaha, bukan sebagai pengganti usaha. Orang yang bertawakal percaya bahwa Allah akan memberikan keputusan terbaik, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai keinginan.
Contoh Tawakal
- Tetap tenang setelah mengikuti wawancara kerja.
- Berdoa setelah menyelesaikan ujian.
- Tidak putus asa ketika usaha belum berhasil.
- Yakin bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Apa Itu Qanaah?
Qanaah adalah sikap menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah disertai rasa syukur, tanpa merasa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.
Qanaah bukan berarti malas bekerja atau menolak rezeki yang lebih baik. Sebaliknya, seseorang tetap boleh memiliki cita-cita dan berusaha berkembang, tetapi hatinya tidak dikuasai oleh rasa tidak puas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qanaah terhadap apa yang diberikan kepadanya.”
(HR. Muslim)
Contoh Qanaah
- Bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki sambil terus meningkatkan kemampuan.
- Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain.
- Menerima hasil usaha dengan lapang dada.
- Tidak berlebihan mengejar dunia hingga melupakan akhirat.
Perbedaan Tawakal, Ikhtiar, dan Qanaah
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaannya.
Sikap
- Ikhtiar = berusaha semaksimal mungkin = sebelum hasil diperoleh
- Tawakal = Menyerahkan hasil kepada Allah = Setelah Berusaha
- Qanaah = Menerima ketentuan Allah dengan Syukur = Setelah hasil diterima
Ketiga sikap ini bukan untuk dipilih salah satu, melainkan diamalkan secara berurutan. Ikhtiar → Tawakal → Qanaah. Inilah pola hidup yang diajarkan dalam Islam.
Hubungan Ikhtiar, Tawakal, dan Qanaah
Bayangkan seorang petani.Ia mengolah tanah, memilih bibit terbaik, memberi pupuk, dan menyiram tanaman. Semua itu adalah ikhtiar. Setelah semua dilakukan, ia berdoa dan menyerahkan hasil panennya kepada Allah. Inilah tawakal. Ketika panen tiba, baik hasilnya melimpah maupun tidak sesuai harapan, ia tetap bersyukur dan menerima ketentuan Allah. Inilah qanaah. Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa ketiganya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan dalam memahami ketiga sikap ini masih sering dijumpai.
Menganggap Tawakal Berarti Tidak Perlu Berusaha
Ini adalah pemahaman yang keliru. Rasulullah ﷺ sendiri selalu melakukan persiapan terbaik dalam setiap urusannya.
Mengira Qanaah Sama dengan Pasrah
Qanaah bukan berarti berhenti berkembang. Islam tetap mendorong umatnya untuk bekerja keras dan memperbaiki kualitas hidup.
Terlalu Mengandalkan Usaha Sendiri
Ada pula yang bekerja sangat keras, tetapi lupa berdoa dan menyerahkan hasil kepada Allah. Padahal keberhasilan tetap berada dalam kehendak-Nya.
Hikmah Mengamalkan Ketiganya
Ketika ikhtiar, tawakal, dan qanaah diamalkan secara seimbang, seorang Muslim akan memperoleh banyak manfaat.
- Memiliki semangat dalam bekerja dan belajar.
- Terhindar dari rasa malas.
- Tidak mudah putus asa ketika gagal.
- Hati menjadi lebih tenang.
- Lebih mudah bersyukur atas nikmat Allah.
- Terhindar dari sifat iri dan dengki.
- Lebih optimis menghadapi masa depan.
Cara Menerapkan Ikhtiar, Tawakal, dan Qanaah dalam Kehidupan
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Awali setiap pekerjaan dengan niat yang baik.
- Lakukan usaha secara maksimal dan jujur.
- Perbanyak doa sebelum dan sesudah berusaha.
- Serahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.
- Syukuri setiap ketentuan yang diberikan-Nya.
- Jadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk terus memperbaiki diri.
Dengan membiasakan sikap ini, kehidupan akan terasa lebih ringan karena hati tidak hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri, tetapi juga yakin kepada pertolongan Allah.
Ikhtiar, tawakal, dan qanaah adalah tiga sikap yang saling melengkapi dalam kehidupan seorang Muslim. Ikhtiar mengajarkan pentingnya berusaha, tawakal mengajarkan kepercayaan penuh kepada Allah setelah berusaha, sedangkan qanaah mengajarkan rasa syukur dan penerimaan terhadap setiap ketetapan-Nya.
Baca Juga : Makna Tawakal kepada Allah dan Cara Mengamalkannya
