Pekalongan, 31 Mei 2025 – SMP IT Assalaam Boarding School Pekalongan (ABSP) sukses menyelenggarakan Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz bagi santri kelas IX pada Sabtu pagi (31/5). Bertempat di kompleks Assalaam Boarding School Pekalongan yang berlokasi di Jl. Ir. Soetami, Sokorejo, Pekalongan acara ini menghadirkan momen penuh haru dan bangga. Salah satu prosesi paling menggetarkan hati adalah ketika para santri mempersembahkan mahkota kepada ibu masing-masing, sebagai simbol bakti dan penghargaan atas dukungan selama proses menuntut ilmu, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.

Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz SMPIT Assalaam : Lebih dari sekadar seremoni
Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ini merupakan puncak acara penutup tahun ajaran 2024/2025 bagi santri kelas IX SMP IT Assalaam. Lebih dari sekadar seremoni pelepasan kelulusan, kegiatan ini menjadi wadah syukur atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan pendidikan berbasis Qur’ani. Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan tahfidz dan prosesi pemberian mahkota oleh santri kepada ibu mereka.
Acara ini dihadiri oleh Ketua YP2SI Al Ummah Ustadz Arif Prabowo beserta jajarannya, Direktur Assalaam Boarding School Pekalongan, Ustadz Muhtadin beserta jajaran dewan guru, orang tua santri, serta seluruh santri kelas IX. Tidak hanya itu, Ustadz Sukadim Abdul Adhim Selaku Pengasuh PPTQ Assalaam sekaligus Pembina YP2SI Al Ummah juga turut hadir dalam acara ini.
Simbol Mahkota : Bakti dan Harapan Santri untuk Akhirat
Menurut Ustadzah Vita Shofiya, Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ini digelar sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras santri dalam menghafal Al-Qur’an serta untuk memotivasi santri lainnya agar terus meneladani semangat belajar dan berbakti.
“Pemberian mahkota kepada ibu ini merupakan simbolisasi dari hadits Nabi Muhammad SAW. Bahwa kelak, orang tua penghafal Al-Qur’an akan dikenakan mahkota cahaya di akhirat. Maka kami ingin menghadirkannya secara simbolik hari ini, agar menjadi inspirasi sepanjang hidup para santri,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Nailul Azmi menambahkan bahwa ibu dipilih sebagai penerima mahkota karena ajaran Islam menekankan pentingnya memuliakan ibu. “Simbol mahkota pun secara alami lebih cocok dikenakan oleh sosok perempuan,” jelasnya.
Acara diawali dengan sambutan dari pimpinan sekolah, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dalam bidang tahfidz, tahsin, dan tasmi’. Beberapa penerima penghargaan antara lain:
-
Tahfidz Terbanyak: Faris Ajhar (15 Juz)
-
Tahsin Terbaik Ikhwan: Hisyam Sabili Azhar
-
Tahsin Terbaik Akhwat: Asy’Sifa Salsabila
-
Tasmi’ Sekali Duduk Terbanyak: Aisyah Nurul Ilmi (14 Juz), Afifah Shazia (13 Juz), Lutfinnisa Nafia (12 Juz), dan Sumayyah Ishmatul Waafa (12 Juz)

Acara dilanjutkan dengan prosesi persembahan mahkota, di mana para santri turun dari panggung dan menyematkan mahkota kepada ibunda di tengah isak haru keluarga. Tangis bangga dan bahagia pun tak terbendung, menjadi simbol kebanggaan atas perjuangan dalam menuntut ilmu.
Dalam sambutannya, Direktur ABSP, Bapak Muhtadin, menegaskan bahwa tema tahun ini, “Bersama Al-Qur’an, Siap Pimpin Perubahan,” merefleksikan visi sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang siap memimpin diri dan lingkungan. “Lulusan kita diharapkan mampu memberi dampak positif dalam keluarga, masyarakat, dan jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Aisyah Nurul Ilmi, salah satu santri berprestasi, memberikan pesan kepada rekan-rekannya, “Jangan lelah murojaah, dan jauhi hal-hal yang bisa membuat hafalan kita hilang.”

Pingback: Rapat Kerja Awal Semester Ganjil TA 2025/2026: Assalaam Boarding School Pekalongan Siapkan Strategi Pendidikan Unggul - YP2SI Al Ummah