PEKALONGAN – SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan menggelar kegiatan Leadership Training bagi seluruh santri kelas X, XI, dan XII pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sokorejo, Kelurahan Kalibaros, Kota Pekalongan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus upaya sekolah dalam membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan pesantren.
Leadership Training tahun ini terselenggara melalui kerja sama antara SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan dengan Koramil 02 Pekalongan Timur. Kehadiran para personel TNI memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para santri melalui berbagai materi dan praktik lapangan yang menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat cinta tanah air.
Sejak pagi hari, para santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Mereka mengikuti latihan baris-berbaris, kerja sama tim, simulasi kepemimpinan, hingga penyampaian materi yang dikemas secara interaktif. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, namun tetap hangat dan menyenangkan sehingga para peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan baik.

Kepala SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan Nur Wakhid menjelaskan bahwa Leadership Training bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan mereka bawa, baik selama berada di sekolah maupun ketika terjun di tengah masyarakat.
“Kami ingin membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam akademik dan memiliki hafalan Al-Qur’an yang baik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta siap menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai tersebut tidak cukup dipelajari di dalam kelas, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman langsung seperti Leadership Training ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter sejak awal tahun pelajaran. Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan bersama, para santri diajak untuk saling mengenal, membangun komunikasi yang baik, serta belajar menghargai perbedaan karakter setiap individu.
Selain membentuk jiwa kepemimpinan, Leadership Training juga menjadi salah satu langkah preventif sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan atau bullying.
Kepala sekolah menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
“Kami ingin seluruh santri merasa aman dan nyaman berada di SMAIT Assalaam. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam mengantisipasi terjadinya bullying. Ketika santri dibiasakan untuk saling menghargai, bekerja sama, memiliki empati, dan memahami pentingnya persaudaraan, maka potensi munculnya perilaku bullying dapat diminimalkan sejak dini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa membangun lingkungan sekolah yang positif bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk para santri sendiri. Oleh karena itu, setiap peserta didorong untuk menjadi agen kebaikan yang mampu menciptakan budaya saling mendukung dan menguatkan antarteman.

Dalam pelaksanaannya, Koramil 02 Pekalongan Timur memberikan berbagai materi yang relevan dengan pembentukan karakter generasi muda. Santri memperoleh pembekalan mengenai bela negara, wawasan kebangsaan, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.
Materi tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan santri bahwa menjadi generasi Muslim yang baik tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan akhlak mulia, tetapi juga melalui kepedulian terhadap bangsa, semangat menjaga persatuan, serta kesiapan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
Para peserta juga diajak memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memimpin orang lain, melainkan kemampuan memimpin diri sendiri. Disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab atas amanah, mampu mengambil keputusan dengan bijak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari karakter pemimpin yang harus terus dilatih.
Melalui berbagai permainan kelompok dan tantangan lapangan, para santri belajar bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara individu semata. Mereka harus saling mendukung, membangun komunikasi yang baik, serta mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang utuh. Sebagai sekolah berbasis boarding, pembinaan sikap, akhlak, dan kepemimpinan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan sehari-hari.
Melalui Leadership Training yang menjadi rangkaian MPLS ini, sekolah berharap seluruh santri mampu memulai tahun ajaran baru dengan semangat baru, memiliki karakter yang lebih tangguh, serta tumbuh menjadi generasi yang disiplin, peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Dengan sinergi antara dunia pendidikan dan TNI melalui Koramil 02 Pekalongan Timur, SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan optimistis dapat terus menghadirkan program-program pembinaan karakter yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, serta kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan.
