Pekalongan – SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan Gelar Pemilihan Ketua OSIS SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan kembali menggelar Pemilihan Ketua OSIS sebagai agenda tahunan yang dinantikan seluruh siswa. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang rutinitas organisasi, tetapi juga wadah pembelajaran langsung mengenai prinsip-prinsip demokrasi, kepemimpinan, serta pentingnya menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, bermoral, dan beretika.
Sebagai sekolah berbasis boarding yang mengedepankan pendidikan karakter, SMAIT Assalaam menekankan bahwa Pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur pesta demokrasi yang mengajarkan siswa bagaimana proses demokrasi berjalan dengan sehat.
Contents
Belajar Demokrasi Melalui Pemilihan Ketua OSIS
Kepala SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan Ustadz Nur Wahid, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukasi yang tinggi bagi para siswa.
“Melalui pemira siswa berlatih memilih pemimpin dengan melihat rekam jejak dan gagasan. Bagi calon ketua, kegiatan ini menguji kemampuan mereka dalam menyampaikan visi misi, kompetensi emosional menghadapi perbedaan, termasuk kesiapan menerima kemenangan atau kekalahan. Setelah pemira dan terbentuk kepengurusan OSIS, disitulah latihan leadership sebenarnya akan mereka lalui. Semua pengalaman tersebut insyaallah menjadi bekal kehidupan mereka di masa mendatang,” ungkapnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemilihan Ketua OSIS bukan hanya sekadar ajang formalitas, melainkan sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan yang nyata.
Tahapan Pemilihan: Dari Orasi hingga Visi Misi
Proses Pemilihan Ketua OSIS di SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan dilaksanakan dengan mekanisme yang terstruktur, layaknya pemilu pada umumnya. Beberapa tahapan yang dijalani antara lain:
- Penyusunan visi dan misi – setiap pasangan calon merumuskan gagasan program kerja untuk periode kepengurusan OSIS berikutnya.
- Orasi dan kampanye – para kandidat menyampaikan visi misi mereka di hadapan seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah. Tahap ini bertujuan agar pemilih memahami gagasan serta karakter kepemimpinan dari masing-masing calon.
- Pencoblosan suara – seluruh siswa diberikan hak pilihnya untuk menentukan pasangan calon yang dianggap layak memimpin OSIS.
- Penghitungan suara – hasil pemilihan diumumkan secara transparan untuk menjaga integritas dan keadilan proses demokrasi.
Tahapan ini membuat siswa merasakan langsung bagaimana suasana pesta demokrasi yang sesungguhnya, sekaligus mengajarkan pentingnya keterlibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan bersama.

Membangun Kepemimpinan dan Etika Sejak Dini
Melalui kegiatan Pemilihan Ketua OSIS, SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan ingin membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan serta kesadaran akan nilai demokrasi.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para calon ketua dan wakil ketua OSIS untuk mengasah kemampuan komunikasi publik, manajemen organisasi, hingga strategi dalam meraih dukungan. Sementara itu, bagi para pemilih, kegiatan ini melatih sikap kritis, tanggung jawab, dan kesadaran akan arti pentingnya memilih pemimpin yang tepat.
“Dengan adanya Pemilihan Ketua OSIS, kami ingin siswa tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki soft skill kepemimpinan dan karakter moral yang kuat,” jelas salah satu guru pembina OSIS.
Antusiasme Siswa dalam Pesta Demokrasi Sekolah
Antusiasme siswa SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan terlihat jelas selama proses Pemilihan Ketua OSIS berlangsung. Mereka aktif mendengarkan orasi para kandidat, mengajukan pertanyaan kritis, hingga berdiskusi dengan teman sebaya sebelum menentukan pilihan.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut benar-benar menjadi wadah edukatif yang melibatkan seluruh warga sekolah, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menggunakan hak suara.
Pemilihan Ketua OSIS di SMAIT Assalaam Boarding School Pekalongan bukan hanya sekadar memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran demokrasi, kepemimpinan, dan etika dalam berpolitik. Dengan bekal pengalaman ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, adil, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat di masa depan.

