You are currently viewing Khutbah Jum’at : Menjaga Lisan sebagai Cermin Keimanan

Khutbah Jum’at : Menjaga Lisan sebagai Cermin Keimanan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ النَّجْدَيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan nikmat-Nya. Nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk kembali berkumpul di rumah Allah dalam rangka menunaikan ibadah Jumat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan sejati akan tercermin dalam akhlak yang baik, salah satunya adalah akhlak menjaga lisan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada khutbah kali ini, marilah kita merenungkan satu akhlak yang sering dianggap ringan, namun dampaknya sangat besar, yaitu menjaga lisan. Banyak kerusakan, permusuhan, dan perpecahan yang bermula bukan dari perbuatan besar, tetapi dari ucapan yang tidak terjaga.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Tidak ada kata yang sia-sia, tidak ada ucapan yang luput dari catatan, meskipun dianggap sekadar candaan atau obrolan ringan.

Hadirin rahimakumullah,

Rasulullah ﷺ pun memberikan peringatan yang sangat tegas terkait lisan. Beliau bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga lisan adalah indikator keimanan. Orang beriman tidak sembarangan berbicara, karena ia sadar bahwa lisannya bisa menjadi sumber pahala atau justru sebab kebinasaan.

Namun kenyataannya, di zaman sekarang, lisan sering kali tidak lagi dijaga. Bahkan diperparah dengan hadirnya media sosial. Ghibah, fitnah, caci maki, dan penyebaran hoaks seolah menjadi hal biasa. Jari-jari kita lebih cepat menulis dibandingkan hati kita berpikir. Padahal, lisan digital pun tetap akan dimintai pertanggungjawaban.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang ia anggap sepele, namun dengan kata itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Betapa banyak persaudaraan yang rusak karena ucapan. Betapa banyak kehormatan yang hancur karena fitnah. Betapa banyak dosa yang menumpuk bukan karena perbuatan besar, tetapi karena lisan yang tidak terjaga.

Oleh karena itu, marilah kita latih diri untuk menjaga lisan:

  • Berbicara jujur dan tidak menyakiti

  • Menghindari ghibah, namimah, dan dusta

  • Menahan diri dari komentar yang tidak bermanfaat

  • Mengganti ucapan buruk dengan doa dan nasihat

Karena lisan yang terjaga adalah cermin hati yang bersih.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketakwaan akan melahirkan kehati-hatian dalam setiap ucapan, karena orang bertakwa sadar bahwa keselamatan hidupnya sangat bergantung pada lisannya.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab:

“Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.”
(HR. Tirmidzi)

Dan ketika ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab:

“Lisan dan kemaluan.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini kembali menegaskan bahwa bahaya lisan tidak boleh diremehkan. Maka, keselamatan seorang Muslim terletak pada kemampuannya menjaga ucapan.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ

وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ

إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Doa Penutup

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ
.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ،

Tinggalkan Balasan