اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pertama-tama, saya wasiatkan kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian untuk terus meningkatkan takwa kepada Allah Swt. Takwa adalah kunci keberkahan hidup, cahaya yang membimbing kita dalam setiap langkah, serta pelita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan takwa, kita bisa menjaga diri dari maksiat sekaligus memperbanyak amal kebaikan.
Selain itu, marilah kita panjatkan rasa syukur yang tulus atas segala nikmat Allah. Nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, rezeki, dan kesempatan hidup sampai hari ini adalah karunia yang tak ternilai. Allah berjanji dalam Al-Qur’an, jika kita bersyukur maka Dia akan menambah nikmat-Nya, tetapi jika kita kufur maka azab Allah sangatlah pedih. Maka, mari kita wujudkan syukur bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan amal nyata yang mencerminkan ketaatan.
Shalawat dan salam juga tak boleh lupa kita haturkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, sosok yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya iman. Bahkan, Allah dan para malaikat pun bershalawat kepada beliau sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya serta ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Contents
Rabiul Awal: Bulan Penuh Berkah
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sekarang kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan inilah, tepatnya hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 571 Masehi, Rasulullah SAW dilahirkan. Karena itu, Rabiul Awal juga dikenal sebagai bulan Maulid Nabi.
Para ulama seperti Imam As-Suyuthi menjelaskan, kelahiran Nabi pada hari Senin penuh makna. Senin adalah hari ketika Allah menciptakan pohon dan berbagai sumber pangan yang menjadi rezeki bagi manusia. Dengan demikian, kelahiran Nabi pada hari Senin memberi isyarat bahwa beliau adalah rahmat dan sumber kebaikan bagi umat manusia.
Kemuliaan bulan ini tidak lain karena kehadiran sosok agung Nabi Muhammad SAW. Seandainya beliau lahir pada waktu yang sudah mulia sebelumnya, tentu orang akan mengira kemuliaan Nabi hanya karena waktu kelahiran. Namun, justru sebaliknya, bulan ini menjadi mulia karena Rasulullah SAW dilahirkan di dalamnya.
Mensyukuri Nikmat Kelahiran Nabi
Sebagai wujud syukur, umat Islam dianjurkan memperingati kelahiran Nabi. Rasulullah sendiri memberi teladan dengan berpuasa pada hari Senin. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, beliau menjawab ketika ditanya tentang puasa hari Senin:
“Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari turunnya wahyu kepadaku.”
Dengan demikian, memperingati Maulid Nabi adalah wujud rasa syukur atas diutusnya Rasulullah sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta). Allah bahkan memerintahkan kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya dalam QS. Yunus ayat 58:
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
“Katakanlah (wahai Muhammad): Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
Maka, peringatan Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum meningkatkan cinta kepada Rasulullah. Bentuknya bisa berupa membaca Al-Qur’an, berdzikir, menelaah sirah Nabi, dan memperbanyak shalawat.
Keutamaan Bershalawat
Ma’asyiral Muslimin,
Salah satu ibadah yang paling erat dengan bulan Rabiul Awal adalah memperbanyak shalawat. Bershalawat bukan hanya doa untuk Nabi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada beliau. Ulama menjelaskan, semua amal ibadah bisa saja ditolak, namun shalawat pasti diterima oleh Allah sebagai penghormatan kepada Rasulullah.
Bahkan Nabi bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Lebih jauh lagi, shalawat mengangkat derajat, menambah kebaikan, menghapus kesalahan, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Orang yang rajin bershalawat juga dijanjikan syafaat Nabi pada hari kiamat. Karena itu, memperbanyak shalawat adalah amalan sederhana namun agung pahalanya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bulan Rabiul Awal adalah momentum untuk meneguhkan cinta kita kepada Rasulullah ﷺ. Caranya dengan meneladani akhlak beliau, memperingati Maulid dengan amal saleh, serta memperbanyak shalawat. Jangan sampai bulan mulia ini berlalu tanpa kita mengambil pelajaran.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu bersyukur, istiqamah dalam takwa, dan termasuk umat Nabi yang beruntung mendapat syafaat beliau di yaumil qiyamah.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ
.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.أَقِمِ الصَّلَاةَ
