menjaga iman di tengah tantangan zaman

Khutbah Jumat: Cara Menjaga Iman di Tengah Tantangan Zaman

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Ma’asyiral muslimīn rahimakumullāh, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan inilah bekal utama kita dalam menghadapi kehidupan, terlebih dalam menjaga iman di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita hidup di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, informasi yang begitu cepat, serta gaya hidup yang terus berubah. Di satu sisi, ini adalah nikmat dari Allah. Namun di sisi lain, tantangan untuk menjaga iman di tengah tantangan zaman juga semakin berat.

Godaan tidak lagi hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari genggaman tangan kita—melalui media sosial, tontonan, dan berbagai arus pemikiran yang dapat melemahkan iman jika tidak disikapi dengan benar.

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali ‘Imran: 102)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga iman bukanlah tugas sesaat, melainkan perjalanan seumur hidup.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam diri salah seorang di antara kalian sebagaimana pakaian menjadi usang, maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman dalam hati kalian.”
(HR. Al-Hakim, hasan)

Hadis ini menunjukkan bahwa iman bisa naik dan turun. Oleh karena itu, kita perlu upaya terus-menerus dalam cara memperkuat iman agar tetap kokoh di tengah arus zaman.

Ma’asyiral muslimīn rahimakumullāh,

Ada beberapa langkah penting dalam menjaga iman di tengah tantangan zaman:

Pertama, menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan memiliki hati yang hidup dan iman yang kuat. Bacalah, pahami, dan amalkan isi kandungannya.

Allah berfirman:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra: 9)

Kedua, menjaga shalat lima waktu.
Shalat adalah tiang agama dan benteng utama keimanan. Di tengah kesibukan dunia modern, jangan sampai shalat kita terabaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir.”
(HR. Tirmidzi)

Ketiga, selektif dalam menerima informasi.
Di era digital, tidak semua yang kita lihat dan dengar membawa kebaikan. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam memilih tontonan, bacaan, dan pergaulan.

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui.”
(QS. Al-Isra: 36)

Keempat, memperbanyak dzikir dan doa.
Dzikir adalah penenang hati dan penguat iman. Dalam kesibukan dunia, jangan sampai lisan kita kering dari mengingat Allah.

Allah berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Kelima, mencari lingkungan yang baik.
Lingkungan sangat mempengaruhi keimanan seseorang. Berkumpullah dengan orang-orang saleh yang dapat mengingatkan kita kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi temannya.”
(HR. Abu Dawud)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Dalam realitas saat ini, banyak orang yang kehilangan arah hidup karena lemahnya iman. Mereka mengejar dunia tanpa batas, namun hatinya kosong. Inilah pentingnya kita terus berusaha menjaga iman di tengah tantangan zaman, agar hidup kita tetap berada dalam ridha Allah dan mendapatkan kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun akhirat.

Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita, keluarga kita, dan generasi kita di tengah berbagai fitnah zaman.

Baca Juga : Khutbah Jumat: Hakikat Taqwa dalam Kehidupan Sehari-hari 

 Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ

وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

.أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى -عِبَادَ اللَّهِ- حَقَّ التَّقْوَى، وَاسْتَمْسِكُوا مِنَ الْإِسْلَامِ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى. وَاعْلَمُوا أَنَّ أَجْسَادَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى
.ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ

إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Doa Penutup

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ

اللهم بلغنا رمضان، وبارك لنا في شعبان، وتقبل منا صالح الأعمالربنا اغفر لنا وللمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات

عباد الله
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر

Tinggalkan Balasan