PEKALONGAN – Sebanyak 239 siswa mengikuti prosesi wisuda dengan penuh khidmat. Acara ini merupakan agenda tahunan sekolah sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Tahun ini, kegiatan mengusung tema tentang pentingnya menjaga cahaya Al-Qur’an serta menyiapkan generasi Qur’ani di masa depan.
Pada prosesi wisuda, terdapat beberapa perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, kegiatan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu wisuda Qiraatul Qur’an dan wisuda Tahfidzul Qur’an. Pada sesi Qiraatul Qur’an, para wisudawan melaksanakan murojaah bersama sebagian dari Juz ‘Amma, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bacaan tajwid yang dipandu oleh Koordinator Tahfidz, Ustadz Iman Nuridho.
Sementara itu, pada sesi Tahfidzul Qur’an, para wisudawan menampilkan hafalannya serta mengikuti kegiatan sambung ayat yang dipimpin oleh Ustadz Zen Al Hafidz. Kegiatan ini menunjukkan kemampuan hafalan sekaligus ketepatan dalam melanjutkan ayat-ayat Al-Qur’an secara berantai.
SDIT Ulul Albab Kota Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan wisuda Qiraatul Qur’an ke-21 dan Tahfidzul Qur’an ke-23 pada Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Djunaid dan diikuti oleh ratusan siswa yang telah menyelesaikan program pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tersebut.
Kepala Unit Al-Qur’an SDIT Ulul Albab, Ustadzah Watini, menyampaikan harapannya agar para siswa tidak hanya berhenti pada tahap wisuda, tetapi terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an di mana pun dan kapan pun, serta menjaga hafalan melalui murojaah secara konsisten sepanjang hayat.
Salah satu momen yang paling berkesan dalam acara ini adalah prosesi penghormatan kepada orang tua dengan cara bersimpuh dan memohon doa restu. Orang tua, khususnya para ibu, diberikan mahkota sebagai simbol kemuliaan yang diberikan kepada mereka atas perjuangan dalam mendidik anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Suasana haru pun tak terhindarkan, terlihat dari ekspresi bangga sekaligus haru para orang tua yang hadir.
Salah satu wali murid, Khotimah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian putrinya. Ia menyampaikan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Namun, semua perjuangan tersebut terasa terbayar dengan momen wisuda yang penuh kebahagiaan.
Hal senada juga disampaikan oleh Muclisin, wali murid lainnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran hingga mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para wisudawan terbaik dari berbagai kategori, mulai dari wisudawan terbaik Qiro’atul Qur’an, wisudawan terbaik Tahfidzul Qur’an juz 30. juz 29, juz 28, juz 26, juz 1, dan juz 3.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Wisuda ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
