Artikel

Bermanfaat! Serial Parenting : Tips Mengajarkan Anak Sholat

Bagikan Ke :

Yayasan Al Ummah Mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan sholat memiliki makna dan dampak yang mendalam dalam pembentukan karakter dan keimanan mereka.

Sholat, sebagai salah satu rukun Islam, bukan hanya ritual ibadah semata, tetapi juga merupakan fondasi pokok dalam membangun hubungan anak dengan Sang Pencipta. Pentingnya mengajarkan anak sholat mencakup beberapa aspek utama.

Pertama, sholat merupakan kewajiban utama dalam Islam. Mempersiapkan anak-anak untuk memahami dan melaksanakan sholat sejak dini adalah langkah awal dalam membimbing mereka memenuhi kewajiban agama dengan penuh kesadaran.

Kedua, melalui sholat, anak-anak diajarkan untuk berserah diri dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Ini membangun kepekaan spiritual dan membantu mereka merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, sholat melibatkan disiplin waktu dan rutinitas harian. Dengan mengajarkan anak sholat, orangtua memberikan pelajaran tentang manajemen waktu dan kebiasaan positif. Ini dapat membantu mereka mengorganisir aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Keempat, sholat juga mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Anak-anak diberikan panduan tentang kejujuran, integritas, dan tanggung jawab melalui ajaran-ajaran yang terkandung dalam sholat.

Kelima, melalui sholat, anak-anak dapat mengungkapkan rasa syukur, memohon ampunan, dan meminta petunjuk dalam kehidupan mereka. Ini membentuk sikap rendah hati dan kesadaran diri terhadap kebutuhan spiritual.

Penting bagi orangtua untuk memandu anak-anak dalam memahami dan menjalankan ibadah sholat sejak usia dini.

Perintah Allah dalam Al-Quran:

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, Surah Ta Ha (20:132):

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam melaksanakannya. Kami tidak meminta rezeki sedikitpun kepada Engkau, Kami memberi rezeki kepada Engkau dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan perintah Allah untuk mengajarkan keluarga, termasuk anak-anak, untuk mendirikan sholat.

Hadits Rasulullah ﷺ:

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

“Ajarkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (ringan) ketika mereka tidak melaksanakannya ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidurnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Hadits ini menegaskan pentingnya mengajarkan sholat sejak usia dini dan memberikan dorongan untuk memberikan peringatan dan bimbingan lebih keras ketika anak-anak mencapai usia sepuluh tahun.

Berikut beberapa tips bagi orangtua dalam mengajari anak-anak sholat:

  • Contoh yang Baik:

Anak-anak cenderung meniru perilaku orangtua. Oleh karena itu, tunjukkan kepada mereka contoh yang baik dengan rutin menjalankan sholat dan menunjukkan kekhusyukan dalam beribadah.

  • Libatkan Mereka:

Ajak anak-anak berpartisipasi dalam aktivitas sholat. Mungkin mereka dapat membantu menyediakan perlengkapan sholat, seperti sajadah atau mukena, sehingga mereka merasa terlibat secara langsung.

  • Buat Suasana Positif:

Jangan buat sholat terasa sebagai kewajiban yang membosankan. Buat suasana yang positif dan menyenangkan, misalnya dengan memilih waktu sholat yang tepat atau memberikan pujian setelah mereka menyelesaikan sholat.

  • Ceritakan Keutamaan Sholat:

Ceritakan kepada anak-anak tentang keutamaan sholat dan betapa pentingnya berkomunikasi dengan Allah. Ini dapat membuat mereka lebih termotivasi dan merasa memiliki tujuan yang jelas dalam melaksanakan sholat.

  • Berikan Pemahaman:

Jelaskan langkah-langkah sholat secara sederhana dan mudah dimengerti. Anak-anak perlu memahami arti dari setiap gerakan dan bacaan dalam sholat agar dapat menjalankannya dengan penuh kesadaran.

  • Jadwalkan Waktu Sholat Bersama:

Tetapkan jadwal sholat bersama keluarga. Dengan melibatkan seluruh keluarga dalam ibadah ini, anak-anak akan merasa bahwa sholat adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Mengajarkan anak sholat bukan hanya tentang memenuhi kewajiban keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keimanan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk anak-anak penyejuk hati yang sholih dan sholihah yang terjaga hubungannya dengan Allah SWT.

Mengajari anak sholat membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan memberikan perhatian dan bimbingan yang positif, orangtua dapat membantu membentuk kebiasaan beribadah yang baik sejak usia dini, memberikan bekal berharga untuk masa depan mereka.

Dengan memberikan dasar yang kokoh ini sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi muttaqiina imaamaa atau pemimpin orang-orang yang bertaqwa yang penuh kasih sayang, bijaksana, dan bermanfaat bagi masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *